Social Icons

Pages

Tuesday, December 6, 2016

Emak resign

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu



Sering sekali terlintas untuk berhenti berkarya di tempat ini. untuk satu dan sejuta alasan. Tapi selalu mentah dan mental kembali dengan satu dan sejuta alasan lagi...

14.75 tahun bukan waktu yang sebentar untuk belajar dan berkarya. Lingkungan yang begitu family friendly, teman yang begitu menyenangkan, silih berganti atasan dengan berbagai macam karakter. Teman pun datang dan pergi silih berganti. Alasan utama mereka berhenti adalah Family Matters.

Dan alasan ini pun akhirnya membuat luluh pertahanan saya sebagai seorang wanita pekerja. Yes... Family Matters.. Anak-anak adalah aset dan amanah dari Alloh membutuhkan perhatian yang lebih. Dengan mengabaikan segala urusan rejeki yang didapat selama ini dari kantor tercinta

Teringat ucapan satu teman,
 " Rejeki bukan hanya di kantor saja"
"  Rejeki itu milik Alloh" 
" Hari gini masih kerja sama orang"

Sungguh berat rasanya untuk melepaskan. ah.. bukan melepaskan status wanita pekerja jadi ibu rumah tangga yang bikin berat... tapi ada satu sisi yang bolak balik dipertimbangkan. Yaa Financial Effect hehehe..harap maklum sudah terbiasa  dapat penghasilan sendiri..

Dan selain pembisik kaya diatas ada juga lho yang ngebisikin begini :

" Ih kamu kerja di oil and gas kan susah" -- emang susyah.. tapi gak sesusah kita ikhlas
" Ih kamu sayang atuh pan gajinya udah gede" -- semoga dengan usaha, saya bisa dibayar dengan gaji lebih GUEDE.. Aamiin kan yaaa...
" Ih kamu fasilitas kesehatanya kan oke banget tuh, sayang kalo dilepas " -- Semoga Alloh beri kami kesehatan 
" Ih kan kalo kerja bisa jalan jalan ke luar negri " -- itu mah zamannya kita $100/barrel, jalan jalan pake duit olangan ajah ahhh yang dikirm dari Alloh
"Ih sayang atuh pan kamu teh udah S2 trus mau jadi tukang dagang baju . -- biarin atuh semoga bisa jadi pedagang sukses seperti Ibu Khadijah ra

Dan sejumlah ini itu yang bikin terombang ambing lagi niatannya.
Dan itu butuh waktu yang cukup lama untuk meyakinkan diri sendiri bahwa Alloh akan mencukupkan rejeki untuk semuanya. Aamiin...


Seperti halnya meyakinkan diri sendiri yang butuh proses. Meyakinkan kedua orangtua kalo anaknya mau berhenti bekerja juga bukan hal yang mudah. Trust Me lebih sulit daripada meyakinkan diri sendiri. Jadilah melakukan pendekatan ini nih ( siapa tau ada yang perlu melunakkan hati ..)
1. mencari suasana yang enak buat ngobrol, 
2. sounding alias woro woro dari jauh jauh hari
3.Gunakan bahasa selembut mungkin, 
4.  pastikan kepada mereka kalo kita akan baik-baik saja setelah tidak bekerja
5. Pastikan dukungan suami yaaaa.. yaaa.. 

dan mungkin itu butuh lebih dari 5 kali bercerita as i did..

Tapi saat izin dari mereka datang. Qodarullah semuanya dimudahkan. oh ya izin dari suami harus tetap ya.. dan Alhamdulillah suami mengizinkan tapi tetap mengingatkan. You know the consequences, got to be ready, no turn back.. I WILL DO my Dear...

then Finally I DID it... Feeling emotionally? absolutely..apalagi atasan yang dihadapi adalah teman sendiri. knew everything. hard to say and have to do.

dan ini pun butuh waktu yang cukup lama hanya untuk menghantarkan selembar kertas bermaterei. bener bener menguras airmata dan saya tidak sanggup ketemu ama bos. Pikiran melayang, could'nt believe it. sampe paksu bilang, mau dibatalkan bu?? NO.. ya sudah kalo gitu MOVE ON atuh..

Setidaknya dengan keputusan ini banyak hal yang bisa diperbaiki

" Tidak harus melihat tatapan sedih ketika anak ditinggal"
" ketika anak ada acara sekolah, siap hadir"
" Gak musti izin dan izin pas anak sakit" 
" Gak harus grabak grubuk tiap pagi , berpacu antara anak sekolah dan emak kerja"
" Gak musti spaneng kalo anaknya rewel"
" Gak musti nyetir pagi, apalagi sekarang ganjil genap bikin lieur"
" Asisten menghilang, ah ya sudahlah. 

 trus rejekinya hilang dong... In Shaa Alloh akan tergantikan dengan yang lebih baik. 
Karena sebaik-baiknya Ibu adalah di rumah, menjadi madrasah buat anaknya. meskipun saya bukan ibu yang sempurna tapi saya belajar menjadi ibu.
dan janji ALLOH PASTI.

Satu hal lagi yang membuat semangat untuk resign adalah, kesempatan untuk membersihkan diri dari riba. jadi semoga dimudahkan.

tulisan ini dibuat bukan untuk menginsipirasi, tapi hanya sekedar berbagi. Semoga emak emak diluar sana yang masih bekerja, yuk berazzam untuk segera kembali ke rumah. dan semoga kita masih diberi waktu untuk memperbaiki segalanya

wassalam
Abund - emaknya naisha+Maliq



No comments:

Post a Comment

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates